Langsung ke konten utama

Kasih Allah Jauh Lebih Kuat

 Bacaan Alkitab Setahun:

Cinta kuat seperti maut. –Kidung Agung 8:6

Pada tahun 2020, Alyssa Mendoza menerima surel yang mengejutkan dari ayahnya di tengah malam. Dalam pesannya, ayah Alyssa memberikan sejumlah instruksi yang harus dilakukan untuk ibunya di hari ulang tahun pernikahan orangtuanya yang kedua puluh lima. Mengapa mengejutkan? Karena sang ayah sudah meninggal dunia sepuluh bulan sebelumnya. Alyssa baru tahu bahwa ayahnya telah menulis dan menjadwalkan pengiriman surel itu ketika beliau masih sakit. Mungkin ayahnya sadar bahwa ia belum tentu masih hidup dan hadir pada hari istimewa tersebut. Beliau juga sudah mengatur dan membayar bunga-bunga yang akan dikirimkan kepada sang istri di hari ulang tahunnya, ulang tahun pernikahan mereka, dan Hari Kasih Sayang di masa mendatang.

Kisah di atas bisa menjadi contoh dari cinta yang digambarkan dengan teperinci oleh kitab Kidung Agung. “Cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati” (8:6). Membandingkan maut dan dunia orang mati dengan cinta mungkin terdengar aneh, tetapi kematian memang kuat dan tidak melepaskan siapa pun yang sudah ditelannya. Begitu juga dengan cinta sejati—ia tidak akan melepaskan orang yang dikasihinya. Kitab ini mencapai puncaknya di ayat 6-7, dengan menggambarkan cinta dalam pernikahan yang begitu kuatnya, hingga “air yang banyak tak dapat memadamkan cinta” (ay.7).

Di sepanjang Alkitab, kasih antara suami dan istri sering diidentikkan dengan kasih Allah (Yes. 54:5; Ef. 5:25; Why. 21:2). Yesus sebagai pengantin pria dan gereja sebagai mempelai perempuannya. Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dengan mengutus Kristus mati menggantikan kita supaya kita tidak lagi mati karena dosa-dosa kita (Yoh. 3:16). Baik kita sudah menikah atau hidup sendiri, ingatlah bahwa kasih Allah jauh lebih kuat dari cinta mana pun yang dapat kita bayangkan.

Oleh:  Julie Schwab

Komentar